Ini lho kawan … bukti Green Industry Semen Indonesia :)

Wisata Green Industri kali ini terasa sangat special. Bagaimana tidak, PT Semen Indonesia memfasilitasi WGI II ini khusus untuk warga Rembang. Tak tanggung-tanggung sekitar 50an orang (#lupa jumlah tepatnya peserta :D) yang terdiri dari Bapak – bapak, Ibu – ibu, Mas – mas, Mbak – mbak, adek – adek dan lain – lain heheheee… , semua di ajak berwisata dari Pabrik yang ada di Gresik dan Tuban. Ini merupakan bukti nyata tekad PT Semen Indonesia untuk mensosialisasikan Green Industrinya. Tidak hanya dengan banyak cing-cong sampek bibir berbusa, tapi PT Semen Indonesia menunjukan langsung hasil Green Industri yang telah terlaksana di Pabrik Tuban. Sebagai warga Rembang dan lahir tidak jauh dari lokasi Pabrik Rembang I akan dibangun, di masyarakat sekitar memang sedang menjadi hot issue mengenai dampak-dampak negative dari ada nya Pabrik Semen di Rembang. Lalu bagaimana dampak positifnya??? Bang!!! Tertutup oleh berita-berita negatifnya ….. #ngenes rekk

Isu-isu negatif yang beredar di masyarakat sekitar daerah Pembangunan Pabrik Rembang I yakni

  • Para petani takut apabila sumber air yang biasa digunakan untuk mengairi sawah-sawah akan habis di  gunakan untuk proses produksi semen
  • Merusak lingkungan dan ekosistem di sekitar Pabrik dan area tambang
  • Udara lingkungan sekitar Pabrik akan tercemar debu-debu dari Pabrik Semen
  • Penambangan batu kapur akan meninggalkan bekas-bekas yang akan dibiarkan begitu saja.
  • Pembangunan Pabrik Semen di Rembang di rasa akan kurang memberi manfaat

Isu-isu inilah yang aku bawa ke WGI II, agar aku bisa mendapat pencerahan serta bisa meluruskan pemberitaan negatif-negatif tersebut.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, nahan ngantuk sampai jam 2 pagi, perjalanan panjang ke Gresik kemudian Tuban dan diakhiri dengan presentasi dari pihak Semen Indonesia serta tour around Lingkungan Pabrik Tuban, Alhamdulillah ada pencerahan yang ku dapat untuk meluruskan isu – isu tersebut. Yes!!! Mission UnLock!!! Hahahahaha

Isu yang pertama, Para petani takut apabila sumber air yang biasa digunakan untuk mengairi sawah-sawah akan habis di gunakan untuk proses produk semen

Begini….

Daerah asalaku tak jauh dari Pabrik Rembang I, namun beda kecamatan. Pabrik Semen ada di Gunem, Aku ada di Sale. Dua kecamatan ini bersebelahan dan dari dulu pun Sale juga terkenal sebagai tambang batu kapur. Bedanya ….. adalah di tempat kelahiran ku ini tak pernah ada demo atau aksi kontra melawan penambang-penambang swasta (penambang lokal) dalam menguras cadangan batu kapur dari dulu. Adem anyem coy…hehehe

Seingatku, tambang swasta yang ada di Sale sudah beroperasi sejak aku TK, pada waktu itu aku berusia sekitar 7 tahun. Dan sekarang 2015, usia ku 23 tahun, sudah 18 TAHUN batu kapur di tempat ku di eksploitasi. Setiap senin-sabtu, puluhan truk mengangkut batu kapur untuk berbagai keperluan industri. Alhasil penambangan tersebut meninggalkan bekas-bekas tambang yang berukuran cukup besar dan di biarkan begitu saja, tanpa recovery.

Pertanyaannya …….

” Kenapa tidak ada yang demo-demo ya? Kenapa gak ada ibu-ibu yang menyetop jalan masuk tambang ya? “

Jawabannya …….

Karena memang semua issue itu tidak berpengaruh pada kehidupan masyarakat Sale. Petani masih bisa bertani. Air untuk pertanian tak pernah berkurang akibat penambangan 18 TAHUN tersebut. Dan ini akan sama ceritanya dengan Pabrik Semen Indonesia nanti. Semen Indonesia telah melakukan uji dan penelitian mengenai sumber-sumber air di sekitar Pabrik Rembang, dan hasilnya sumur bawah tanah masih jauh lebih dalam dibandingkan kedalaman batu kapur yang akan di ambil. Itu yang aku inget dari penjelasan Pak Heru. Hehehehehe

Jadi,,,,“Masih takut kah kehilangan air Pak Tani? “hehehe

Selain itu, Pabrik Rembang I ini merupakan pabrik tercanggih dan teramah lingkungan di Indonesia. Proses yang digunakan adalah proses kering jadi tidak membutuhkan air dalam proses produksinya, air hanya digunakan untuk cooler dan itu pun dari boozem kalau di pabrik Pabrik Tuban, jadi air sumur hanya digunakan untuk kebutuhan mck di kawasan Pabrik.

Kedua, Merusak lingkungan dan ekosistem di sekitar Pabrik dan area tambang Bila melihat apa yang dilakukan penambang lokal di Rembang, di Sale tepatnya, tentu apa yang direncanakan untuk Rembang I dan apa yang telah terjadi di lingkungan Pabrik Tuban, ini sangat berbeda 180o. Kenapa begitu??? Lihatlah…….penambang lokal tanpa ukur dan tanpa recovery dalam menambang.

gb 1Foto di pertambangan batu kapur oleh penambang lokal

Sedangkan Semen Indonesia, bekas tambangnya jadi lahan perumahan (Pabrik Tuban) yang justru merubah daerah tandus menjadi berkembang, tetap hijau dengan penghutanan kembali, dan jadi boozem (embung) yang dapat menjadi penyimpan air tadah hujan. Embung ini akan sangat memberi manfaat saat musim kemarau tiba.

IMG_2542

Boozem di Pabrik Tuban

IMG_2559

IMG_2562

DSC_2670

Jadi…..”Merusak lingkungannya dimana lagi? “….Gak ada kan hahahaha

Yang ketiga, Udara lingkungan sekitar Pabrik akan tercemar debu-debu dari Pabrik Semen Saya ulangi lagi bahwa Pabrik Rembang I ini merupakan pabrik TERCANGGIH DAN PALING RAMAH LINGKUNGAN di Indonesia.

Gak percaya? Lihat dulu deh …

Pabrik ini sangat ramah lingkungan dan menggunakan tekhnologi paling mutakhir sehingga dapat menekan emisi debu hingga 30 mg/m3 udara, mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 80.000 ton CO2 per tahun serta terjadi penghematan air, listrik dan bahan bakar.

Ibaratnya kalau pabrik Rembang nanti bekerja dengan baik, bernafas dicerobong pun aman karena emisi debu dari cerobong sangat rendah” ujar Pihak PT Semen Indonesia.

Kenapa itu menjadi concern Semen Indonesia, yang pertama adalah debu adalah uang Semen Indonesia yang diproduksi coyyyy…….,jangan sampai jangan sampai dia keluar. Hahahahaha

Jadi…..”Apa ada yang mau mencoba bernafas di cebong Pabrik Semen Indonesia?” Ha ha ha ha 😀

Keempat, Penambangan batu kapur akan meninggalkan bekas-bekas yang akan dibiarkan begitu saja Di bagian isu ini saya gak mau banyak berkomentar, lihat saja bukti-bukti dari Pabrik Tuban di bawah ini. Check this out brohhh…. 😀 IMG_2556

IMG_2546  IMG_2554

IMG_2553

IMG_2550

IMG_2548

IMG_2549

Ini adalah lokasi – lokasi yang dulu bekas tambang batu kapur di Pabrik Tuban sekarang menjadi lahan hijau lagi. Ada video interview dengan warga sekitar Pabrik Gresik dan Tuban….hehehehe

Monggo di tonton …:D

Jadi….”Ada bekas-bekasnya gak broh???” Hahahaha kalau bekas patah hati pasti ada wkwkwkwkw

Yang terakhir, Pembangunan Pabrik Semen di Rembang di rasa akan kurang memberi manfaat

“digaweke papan gawean kok mboten purun i pripun to jan jane ! “ = “ dicarikan tempat bekerja kok tidak mau itu gimana sih !

Menurut sumber yang terpercaya, Pak Heru Kepala Pembangunan Pabrik Rembang I, beliau bekata bahwa

Untuk masalah tenaga Kerja, kira-kira proyek itu nanti akan memeperkerjakan para pekerja kira-kira pada masa project peaknya itu sekitar 3800 pekerja. Dan sekarang berada pada posisi Desember, jadi pada pertengahan tahun depan akan memperkerjakan sekitar 3800 pekerja. Dan komitmen kami 70 % pekerja adalah warga sekitar pabrik yang akan bekerja disana. Yang kedua Semen Indonesia juga melakukan pelatihan temen-temen di desa-desa disana agar mereka siap bekerja. Dan Semen Indonesia juga menyiapkan kantin. Semen Indonesia ingin membentuk kelompok ibu disana, agar para pekerja tadi yang ada disana harus makan di kantin yang dikelola oleh ibu-ibu. Sehingga ibu-ibu disana mendapatkan kegiatan, ativitas dan dapat memperbaiki ekonomi mereka.

Dan manfaat yang tak terelakan adalah untuk Indonesia, Industri Semen plat merah ini akan tetap mempertahankan kapasitas produksinya dan menjadi nomer satu di Negara Indonesia, bahkan di ASEAN. Merdeka!!! Dari pada lokasi Rembang di akusisi Pabrik Asing dan ujung-ujungnya di eksport dan kita tidak dapat manfaat untuk membangun negeri ini? Hayo pilih mana??hehehehee

Selain itu, Semen Indonesia juga mempunyai program CSR yang tentunya sangat bermanfaat untuk masyarakat yang memiliki Usaha Kecil untuk menjadi UKM Binaan Semen Indonesia. Di Pabrik Tuban maupun Gresik telah banyak yang menjadi mitra.

Yang di Gresik salah satunya di bawa ke Usaha Pengrajin Songkok atau peci. Ini foto – fotonya hehehehe IMG_2461

IMG_2467

Yang di Tuban kita di bawa ke Pengrajin Batik Lokal. Hehehehe IMG_2567

IMG_2565Ibunya yang punya Kerajinan Batik 😀

Manfaat lain lagi yaitu pengolahan TPA di Kawasan Industri Gresik yang memilah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk produksi Semen. Jadi sampah ini di pilah-pilah kemudian an organic dan organic kemudian yang bahan organic berupa kertas, kayu, dll di bawa ke Pabrik untuk di gunakan sebagai bahan bakar alternative.

IMG_2475

IMG_2476

IMG_2486

Dan hasil nyaa….ini dapat mengurangi jumlah tumpukan sampah yang ada di TPA. Dan tentunya hal ini juga akan di terapkan di Tuban dan Rembang kedepannya. Amazinggggggg….JOzzz! Begitu banyak manfaat yang diberikan…

Jadi ….”bagaimana? Masih berfikir tak ada manfaatnya?”

DNC_7361

Salam…Together We Build The Future……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s