Semen Indonesia Ku …

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan bisa beruntung menjadi peserta dari Wisata Green Industri Semen Indonesia 2014 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan tersebut. Berawal dari iseng browsing lowongan kerja di Semen Indonesia kemudian dapat link Facebook dari Semen Indonesia. Entah beruntung atau sudah nasib, ternyata baru beberapa menit diposting Poster dari Wisata Green Industri. Kemudian baca syarat-syaratnya ternyata lebih difokuskan untuk para Blogger namun senangnya individu boleh juga join. What a lucky change !hehehe Akhirnya langsung masuk link registrasinya dan menjadi pendaftar pertama, karena dipaling bawah masih 0 pendaftar. Hehehe

Selang beberapa minggu dapat hape berbunyi ada sms dari panitia bahwa saya terdaftar sebagai peserta Wisata tersebut. Dan diminta untuk melakukan konfirmasi kehadiran serta memilih tempat penjemputan yang telah ditetapkan panitian. Saya memilih penjemputan di Stasiun Lamongan.

Berangkat dari Rembang pukul 05.00 dengan sepeda motor akhirnya tiba distasiun Lamongan pukul 07.35. Telat sih tapi kata koordiantor penjemputan di sana ternyata busnya masih di Gresik. Akhirnya telat satu jam lebih bus nya, sampai di stasiun Lamongan dan saya pun bergabung dengan teman-teman lainnya.

Agenda pertama yaitu ke tempat Industri Sepatu yang merupakan salah satu Mitra Binaan dari Semen Indonesia. R n D handycraft nama industriny. Dan ternyata disana tidak hanya membuat kerajinan sepatu saja, namun tas, bros, dompet dll. Seperti penjelasan sang owner saat sesi tabya jawab, berawal dari bantaan CSR Semen Indonesia industrinya sekarang sangat berkembang dan mampu merambah pasar luar negeri. Selain itu beliau juga sering diundang pameran kerajinan di Timur Tengah dan China.

 

 DSC_2660DSC_2661R n D Handicraft, Industry Binaan Semen Indonesia

DSC_2662

Suasana diskusi dengan owner Rn D handicraft

Setelah sekitar 30 menitan di Mitra Binaan Semen Indonesia, perjalanan berlanjut langsung menuju Pabrik Semen Indonesia di Tuban. Bus yang saya tempati memang penuh dan sebelume harus berdiri, sehingga saya diajak untuk bergabung dengan salah satu peserta wisata yang menggukan mobil pribadi.

Sesampainya di Pabrik Tuban, saya langsung takjub dan terkesan, karena itu merupakan pertama kali dalam hidup saya masuk ke Pabrik Semen. Pabriknya sangat besar. Hehehe. Agak berdebu tapi ternyata didalamnya hijau layaknya perkantoran yang di kelilingi hutan.

Kemudian saya gabung dengan bus pertama yang tiba di Pabrik, dan seluruh peserta diwajibkan untuk menggunakan helm savety dan masker yang telah disediakan oleh panitia. Dipandu oleh salah satu kariyawan dari departemen produksi Semen Indonesia, beliau mengajak kami menuju ke tempat pengambilan lempung (clay) yang berada tidak jauh dari Pabrik. Selama perjalanan tersebut pemandu perjalanan menjelaskan beberapa hal mengenai Pabrik yang ada di Tuban.

Seperti yang dijelaskan Bapak Pemandu bahwa semen diproduksi dengan 80% bahan adalah limestone (batu kapur), 4 % untuk tanah liat dan bahan lainnya merupakan koreksi yaitu dengan penambahan pasir besi, pasir silica dan tambahan koreksi lainnya. Dan beliau menekankan bahwa factor utamanya adalah batu kapur dan tanah liat. Daerah produksi Semen Gresik yang ada di Tuban merupakan hasil ekspansi yang dilakukan oleh Semen Gresik yang ada di Gresik pada tahun 1994 karena di Gresik bahan bakunya mulai menipis.

Di sepanjang jalan menuju lahan clay disambut dengan rindangnya pohon trembesi. Tujuan dari di tanamnya banyak pohon disepanjang jalan ini adalah untuk mencegah debu-debu transfer material yang diangkut menggunakan Dump Truck sehingga tidak memberikan dampak negative ke tanaman-tanaman disekitarnya.

DSC_2669DSC_2670Foto-foto di bawah rimbunnya pohon trembesi HAHAHA

Kami ditunjukan pula bahwa lahan-lahan clay yang sudah melewati batas eksploitasi diubah menjadi Mbung-Mbung yang dapat menyimpan air tadah hujan. Air dari Mbung inilah yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ketika musim kemarau. Kemudian kami diajak untuk berhenti dan diperbolehkan mengambil foto-foto. Sungguh pemandangan yang tidak biasa ditemukan. Jalan rindang, sawah hijau, lading subur dan mbung yang menyediakan air untuk petani, serta warga yang hidup damai dan rukun, inilah Green Industri yang diberikan Semen Indonesia untuk daerah sekitar kawasan pabrik.

DSC_2671Bapak…#lupa namanya yang sedang bediskusi

Setelah asik berfotoria perjalanan berlanjut ke dalam Pabrik. Disela perjalanan salah seorang di bus bertanya “tambang batu kapurnya disebelah mana dan bentuknya gunung atau bagaimana Pak?”…kemudian Beliau menjwab “Disana Bu dan tanah litany disini. Untuk di Jawa daerah batu gamping kebanyakan berbentuk perbukitan ”…kemudian lanjut pertanyaan kedua “Itu kan alamnya tidak dapat diperbaharui kalau seandainya habis bagaimana Pak?”…Beliau menjawab “kalau..kalau..kalau itu …memang..memang ..harusnya kalau itu tidak dapat diperbaharui harapannya kita tetep merehabilitasi pepohonan maupun menghutankan kembali. Kita mengambilmengambil top soilnya, kemudian ditampung ditempat lain, setelah diambil beberapa meter kemudian setelah pasca tambang maka lahan tadi ditutup lagi dengan top soail dan dikembalikannya kembali Perhutani untuk dilakukan reboisasi”.

sPohon Sengon Buto

e

Pohon-pohon didalam Pabrik Tuban

Memasuki kawasan produksi di dalam pabrik terlihat sangat rindang dan banyak pohon. Sekitar 100 m dari pabrik terdapat hutan kecil yang banyak ditanami pohon “Sengon Buto”. Adi pohon “ Sengon Buto” ini untuk mengantisipasi debu transfer di dalam pabrik. Itu merupakan kOmitmen dari Semen Indonesia “Green Industri” untuk menghutankan pabrik. Dikatakan beliaunya bahwa saat ekspansi tahun 1994, daerahnya belum banyak pohon dan tandus. Didalam kawasan pabrik tiap jam dilakakan penyiranman jalan dengan tujuan mengurangi debu dari proses produksi semen.

DSC_2683Agak berdebu sih kantornya hehehe

DSC_2681

Setiap jam dilakukan pembersihan debu dan penyiraman jalan

DSC_2679

Hijaunya Pabrik Tuban

Setelah puas melihat lingkungan sekitar Pabrik kami diajak kembali ke Gedung Utama untu makan siang dan mengikuti sesi presentasi dan tanya jawab dengan beberapa pejabat tinggi Semen Indonesia. Dari presentasi pertama beberapa hal yang saya catat adalah kinerja korporasi Semen Indonesia yang selalu berusaha menjadikan pabrik semen plat merah ini salah satu pabrik semen terbaik di Indonesia maupun di Asia Tenggara.

DSC_2705

Suasana Presentasi Pihak Semen Indonesia

Setiap 2 tahun Semen Indonesia menargetkan melakukan ekpansi untuk mempertahankan jumlah produksi tiap tahunnya. Berdasarkan penjelasan apabila memang sulituntuk melakukan investasi dalam negeri maka Semen Indonesia akan melakukan investasi keluar negri. Buktinya yaitu pembelian Semen Tang Long di Vietnam yang mampu memproduksi 2-3 juta ton pertahun. Ini merupakan bukti nyata semen Indonesia membesarkan nama Negara Indonesia dimata dunia dalam hal produksi semen. Semen Indonesia merupakan salah satu kekuatan besar dalam percaturan semen dunia.

Ketika cadangan bahan baku semen menipis kemudian Semen Indonesia melakukan ekspansi wilayah usahanya, salah satunya adalah di Rembang. Tak mudah melakukan ekspansi di tengah tolakan masyarakat dan beberapa oknum yang kontra. Penanganan area bekas tambang ini lah yang menjadi momok yang menakutkan warga yang berada dekat area tambang. Ketakutan akan lingkungan yang rusak, polusi udara dan ketersediaan air yang akan berkurang seakan menjadi masalah yang pasti akan terjadi ketika di daerah tersebut dibangun pabrik semen. Eitsss…tenang dulu,.ternyata semua itu tidak saya lihat saat melihat warga di sekitar pabrik Tuban. Sawah-sawah hijau, palawija tumbuh subur, dan juga lahan bekas clay ternyata dibuat embung tadah hujan. Seperti penjelasan tour guide, bahwa di Tuban dahulunya panen hanya 1x dalam satu tahun, sekarang bisa lebih dari 1x karena mendapat air dari embung ini menjadi sumber pengairan sawah dan ladang ketika musim kemarau.

Seperti yang disampaikan dalam presentasi tersebut, Semen Indonesia mencoba untuk merangkul seluruh masyarakat sekitar untuk bertemu dan membicarakan jalan terbaik dari yang terbaik. Dan hasilnya memang terlihat mulai dari ratusan warga yang awalnya menolak, setelah diberi penjelasan serta mengajak mereka untuk datang ke Tuban menyaksikan langsung lingkungan Semen Indonesia disana, warga mulai sadar serta penolakan berangsur berkurang.

Green Industri telah menjadi tujuan utama Semen Indonesia dalam menjalankan industrinya. Tak hanya usaha menghijaukan daerah batu kapur pasca tambang dan menghutankan lingkungan pabrik, Semen Indonesia juga menggunakan limbah Industri sebagai bahan produksi. Terdapat bahan dimana di Industri pupuk menjadi bahan residual atau side produk namun di Semen Indonesia dapat menjadi produk. Inilah peran Semen Indonesia dalam menangani bahan residual dari Industri lain. Kemudian di sisi proses produksi, produksi semen tak lepas dari proses pemanasan bahan. Semen indonesia juga menggunakan bahan limbah sebagai bahan bakarnya. Bahan-bahan limbah yang digunakan untuk bahan bakar adalah sekam padi dan reject bahan dari ndustri rokok yang digunakan sebagai bahan bakar.

Banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru dari proses pre produski, produksi dan pasca produksi yang saya peroleh dai acara Wisata Green Energi Semen Indonesia ini. Dan ini yang bisa saya ceritakan dari acara tersebut. Semoga Semen Indonesia selalu jaya dan membawa harum nama bangsa. “TOGETHER WE BUILD A BETTER FUTURE”….

r

Foto Bareng Time!! 😀

 

 

Iklan

2 thoughts on “Semen Indonesia Ku …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s